Supporting health workers in addressing vaccine hesitancy

By Dawn Holford, University of Bristol, UK, Linda Karlsson, University of Turku, Finland, Frederike Taubert, Erfurt University, Germany, Emma C. Anderson, University of Bristol, UK, Virginia C. Gould, University of Bristol, UK

Correcting misconceptions about vaccination

Vaccination is one of the most successful tools of public health—they have been estimated to save 6 lives every minute. But vaccines have also faced public resistance, with persistent disinformation undermining public trust in vaccination, and posing a challenge for health workers with vaccination roles. How do health workers keep up with the flood of false narratives about vaccines? What can they say to patients who cite these narratives as reasons not to vaccinate themselves or their children? 

(more…)

Read more

Rethinking aging to stay active and healthy

By Aïna Chalabaev, Grenoble Alpes University, France

As outlined in a previous post, the health benefits of regular physical activity are well established for people aged 65 and over. Clear guidelines have been set by the World Health Organization on the amount and type of activity associated with health gains. However, older people remain among the most inactive segment of the population worldwide.

(more…)

Read more

MyLifeTool: Pendekatan Holistik dan Berpusat pada Individu untuk Manajemen Mandiri Kondisi Kronis

Oleh Dr Stephanie Kılınç, Teesside University, UK and Jo Cole, the Tees Valley, Durham and North Yorkshire Neurological Alliance, UK

Kondisi kronis merupakan perhatian utama bagi sistem pelayanan kesehatan di seluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi dan beban penyakit yang ditimbulkannya, termasuk dampaknya yang signifikan terhadap angka harapan hidup yang disesuaikan dengan kecacatan (disability-adjusted life years). Kondisi ini juga berdampak negatif secara signifikan terhadap kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan, serta dikaitkan dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum.

MyLifeTool adalah alat manajemen mandiri bagi individu yang hidup dengan berbagai kondisi kronis (misalnya diabetes, multiple sclerosis, nyeri kronis, asma, kecemasan, kondisi neurodevelopmental, cedera otak yang didapat, fibromyalgia). Alat ini dikembangkan melalui kemitraan dengan orang-orang yang hidup dengan kondisi kronis, anggota Neuro Key, dan para psikolog dari Universitas Teesside. Pengembangannya didasarkan pada kerangka kerja manajemen mandiri kami yang mengedepankan pendekatan berpusat pada individu dan tidak bersifat menginstruksikan. Orang-orang dengan kondisi kronis menjadi pusat dari proyek ini, berperan langsung dalam pengambilan keputusan mengenai bentuk akhir dari MyLifeTool, termasuk dalam pemilihan namanya. (more…)

Read more

Di Atas Air: Meninjau Ulang Pencegahan Dari Tenggelam di Semua Tingkatan

Oleh Kyra Hamilton, Sekolah Psikologi Terapan, Universitas Griffith, Australia dan Amy Peden, Sekolah Kesehatan Masyarakat, Universitas New South Wales, Australia

Tenggelam merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cedera yang sebenarnya sebagian besar dapat dicegah, namun seringkali kurang mendapat perhatian. Salah satu mitos yang umum: tenggelam tidak selalu berakibat fatal. Definisi tenggelam telah direvisi untuk memperjelas bahwa tenggelam adalah sebuah proses, bukan hasil akhir. Hasil dari proses tenggelam bisa berupa kematian (tenggelam fatal) atau selamat dengan atau tanpa cedera permanen, seperti cerebral palsy dan gangguan neurologis lainnya akibat kekurangan oksigen ke otak (tenggelam non-fatal). Istilah seperti “tenggelam kering” (dry drowning), “tenggelam sekunder” (secondary drowning), atau “nyaris tenggelam” (near-drowning) sering digunakan di media, tetapi istilah-istilah ini sudah usang dan tidak akurat secara medis—jadi sudah saatnya untuk berhenti menggunakannya. (more…)

Read more

Kebiasaan lama yang sulit dihilangkan: Mengganggu perilaku kebiasaan yang tidak diinginkan

Oleh Annabel Stone and Phillippa Lally, University of Surrey, UK

Tahun baru seringkali menjadi momen di mana kita bertekad untuk berubah, membentuk kebiasaan baru dan meninggalkan kebiasaan buruk saat jam menunjukkan tengah malam. Mulai dari mengeluarkan sepatu lari yang sudah lama tersimpan, mengisi keranjang belanja dengan buah dan sayuran segar… siapa yang belum pernah berpikir, “New Year, New Me”? Namun, setelah sebulan berlalu, mengapa sepatu larinya hanya terpakai dua kali, dan buah segar yang dibeli mulai membusuk di dapur? Sepertinya, kebiasaan buruk kita masih terus mengikuti ketika Tahun Baru. (more…)

Read more

Membuat Setiap Konsultasi Kesehatan Menjadi Bermakna: Mempromosikan Aktivitas Fisik di Layanan Kesehatan

Oleh Amanda Daley, Universitas Loughborough, Inggris

Di Inggris and Irlandia, pendekatan Making Every Contact Count bertujuan memanfaatkan ribuan konsultasi antara tenaga kesehatan dan pasien yang berlangsung setiap hari sebagai momen untuk mendorong perubahan perilaku sehat. Secara khusus, Making Every Contact Count dirancang agar tenaga kesehatan dapat memanfaatkan kesempatan yang muncul secara alami dalam praktik sehari-hari untuk memberikan intervensi singkat terkait perilaku sehat kepada pasien. Keberhasilan pendekatan ini bergantung pada kemauan tenaga kesehatan untuk berdiskusi setiap hari dengan pasien saat konsultasi. Making Every Contact Count terbuka untuk semua orang tanpa terbatas pada tenaga kesehatan, layanan kesehatan, atau pasien tertentu. Oleh karena itu, Making Every Contact Count menjadi pendekatan inklusif yang berpotensi mengurangi ketimpangan layanan kesehatan karena setiap pasien mendapatkan dukungan selama konsultasi. (more…)

Read more

What if it comes back? The question that is on the minds of those who experienced cancer treatment and their loved ones

By Gozde Ozakinci, University of Stirling 

Cancer is very much associated with scary statistics. For instance, like the one ‘1 in 2 people will develop some form of cancer in their lifetime’.  But there are encouraging developments too that suggests that cancer survival rates are improving.  The last count in 2018 suggests that there are nearly 44 million people who survived the cancer diagnosis and treatment in the world. This is welcome news to those who have experienced cancer diagnosis and treatment. 

The improvement in survival rates also means that more and more people live with the consequences of cancer treatment. One of these consequences is experiencing fears about cancer coming back. In the literature, it is defined as “fear, worry, or concern relating to the possibility that cancer will come back or progress” and recognised widely as one of the most significant issues that impact on the quality of life of those living after a cancer diagnosis.  (more…)

Read more

Memahami apa yang mempengaruhi donasi organ

Oleh Dr Lee Shepherd, Universitas Northumbria, Inggris dan Profesor Ronan E. O’Carroll, Universitas Stirling, Inggris dan Profesor Eamonn Ferguson, Universitas Nottingham, Inggris

Ada banyak cerita tentang bagaimana transplantasi organ dari orang yang telah meninggal  membantu orang lain. Faktanya, setiap pendonor organ dapat mengubah hidup hingga sembilan orang. Namun, jumlah organ yang tersedia untuk transplantasi sangatlah sedikit. Kekurangan ini mengakibatkan daftar tunggu yang panjang dan banyak orang meninggal sebelum mereka menerima organ. Oleh karena itu, kita perlu memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemungkinan seseorang mendonorkan organ tubuhnya ketika ia meninggal.

(more…)

Read more

“Mau jalan-jalan sebentar?” – Dukungan perubahan perilaku diadic untuk berjalan setelah stroke

Oleh Stephan Dombrowski, Universitas New Brunswick, Kanada

Berjalan menjauh dari kematian

Jalan kaki adalah salah satu bentuk gerakan manusia yang paling dasar dan dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan. Bukti menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak berjalan kaki, mempunyai kemungkinan lebih kecil untuk meninggal sebelum waktunya, dan menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk menjauh dari kematian (setidaknya untuk sementara).

Berjalan dan stroke

Jalan kaki sebagai salah satu bentuk perilaku aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi orang dengan stroke, yang merupakan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Aktivitas fisik teratur pasca stroke dapat mengurangi risiko terulangnya stroke, membantu pemulihan dan meningkatkan fungsi tubuh, kesehatan, dan kesejahteraan individu secara keseluruhan. Namun, orang dengan stroke menghabiskan sekitar 75% waktu bangunnya untuk duduk, lebih banyak dibandingkan rekan seusianya. Namun, berjalan kaki adalah salah satu bentuk aktivitas fisik pasca stroke yang paling mungkin dilakukan – 95% orang dapat berjalan 11 minggu setelah stroke. Selain itu, jalan kaki merupakan bentuk aktivitas fisik yang disukai oleh orang dengan stroke karena dianggap mudah untuk dilakukan, menyenangkan, dan sering kali bersifat sosial. Pertanyaan kuncinya adalah bagaimana mendukung orang dengan stroke untuk lebih banyak berjalan?

(more…)

Read more

Terapi Penerimaan dan Komitmen: Pendekatan yang menjanjikan bagi mereka yang hidup dengan Long-COVID

Oleh Amy Barradell, University Hospitals of Leicester NHS Trust

Jika saya mengatakannya kepada Anda, Long-Covid, apa artinya bagi Anda?

Sekelompok orang yang tertular Virus Corona 2019 (COVID-19), terus mengalami gejala yang melemahkan selama lebih dari 4 minggu setelah infeksi akut. Mereka biasanya melaporkan gejala fisik (misalnya sesak napas, kelelahan) dan gejala psikologis (misalnya kecemasan, gangguan kognitif). Mereka yang mengalami gejala ini menyebutnya sebagai ‘Long-COVID’.

(more…)

Read more