{"id":1849,"date":"2020-12-15T09:43:46","date_gmt":"2020-12-15T09:43:46","guid":{"rendered":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/?p=1849"},"modified":"2025-11-04T14:13:40","modified_gmt":"2025-11-04T14:13:40","slug":"helping-pregnant-women-quit-smoking-sharing-best-practice-from-the-uk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/2020\/12\/helping-pregnant-women-quit-smoking-sharing-best-practice-from-the-uk\/","title":{"rendered":"Membantu perempuan hamil berhenti merokok: berbagi praktik terbaik di Inggris"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh Felix Naughton, Universitas East Anglia, Inggris<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Antara 25-50% perokok perempuan berhenti merokok setelah mengetahui bahwa ia hamil. Tetapi mengapa sisanya terus merokok selama masa kehamilan?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah mereka tidak tahu bahwa merokok selama hamil itu berbahaya?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Mereka tahu. <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/22311960\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penelitian kami di Inggris<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, menyertakan perempuan hamil yang termotivasi dan tidak termotivasi untuk berhenti merokok, menemukan bahwa 99% setuju sampai pada tingkat tertentu dengan pernyataan &#8216;merokok selama kehamilan dapat menyebabkan bahaya serius pada bayi saya&#8217; dengan sekitar 75% sangat setuju atau sangat setuju sekali. Namun kurang dari 10% dari mereka yang berhenti merokok dalam waktu 12 minggu kemudian. Meskipun <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC5695489\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">usaha untuk berhenti merokok cenderung dilakukan <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">oleh perempuan dengan &#8216;keyakinan bahaya&#8217; merokok yang kuat saat hamil, hal itu <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC5896485\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">tampaknya tidak meningkatkan peluang mereka untuk berhasil berhenti merokok.\u00a0<\/span><\/a><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ringkasan: Keyakinan tentang bahaya merokok pada kehamilan hanya memainkan peran kecil.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah mereka tidak termotivasi untuk berhenti? <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa kasus, iya. Pada awal masa kehamilan, <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC5695489\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">penelitian kami <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">menunjukkan bahwa kurang dari setengah perempuan yang melaporkan niat untuk berhenti dalam 30 hari ke depan dan dengan proporsi yang sama melakukan upaya berhenti. Saat kehamilan berlanjut, motivasi untuk berhenti tampaknya menurun. Anehnya, menjadi termotivasi <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC5896485\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">tidak meningkatkan peluang sukses<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam upaya berhenti merokok. <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/21752135\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang sama juga ditemukan pada perempuan perokok yang tidak hamil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Lebih lanjut, <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC2947553\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">reviu terhadap uji coba terkontrol-acak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengevaluasi intervensi wawancara motivasi, pendekatan konseling yang bertujuan untuk membantu orang meningkatkan motivasinya untuk mengubah perilaku, menemukan bahwa pendekatan ini tidak efektif untuk berhenti merokok selama kehamilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ringkasan: Motivasi meningkatkan kemungkinan seorang perempuan melakukan upaya berhenti merokok, tetapi motivasi saja tidak cukup untuk membuat mereka benar-benar berhenti merokok.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah mereka tidak tertarik mendapatkan bantuan untuk berhenti merokok? <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, dalam beberapa kasus iya, tetapi tidak semua. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/31570944\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">ami menemukan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sekitar setengah dari perempuan hamil ingin mendapat bantuan untuk berhenti merokok di awal kehamilan. Tidak seperti motivasi, minat untuk mendapatkan dukungan tetap ada hingga akhir kehamilan. Namun, hanya sekitar satu dari sepuluh perempuan yang melaporkan benar-benar mengakses dukungan berkala untuk berhenti merokok selama kehamilannya. Perempuan yang benar-benar mencari dukungan, menunjukkan minat yang lebih tinggi untuk melakukannya di awal kehamilan. Berbicara dengan ahli kesehatan untuk berhenti merokok sangat terkait dengan minat untuk mengakses dukungan, jadi hal ini mungkin cara yang mudah untuk meningkatkan akses untuk mendapatkan bantuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ringkasan: Berbicara kepada perempuan hamil tentang berhenti merokok dapat meningkatkan minatnya untuk mencari dukungan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesempatannya untuk mengakses dukungan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah tidak ada cara yang efektif untuk membantu ibu hamil? <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya ada. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan perilaku, saran yang terstruktur, dan bantuan untuk mengelola aspek perilaku merokok dan berhenti merokok (bukan wawancara motivasi), <\/span><a href=\"https:\/\/www.cochranelibrary.com\/cdsr\/doi\/10.1002\/14651858.CD001055.pub5\/full\"><span style=\"font-weight: 400;\">baik disampaikan secara pribadi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau dalam <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/18339103\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bentuk bantuan mandiri, baik dalam bentuk cetak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> maupun <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/29912621\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">digital<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dapat membantu perempuan hamil berhenti merokok. Menambahkan terapi penggantian nikotin (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nicotine replacement therapy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, NRT) ke dalam dukungan perilaku untuk perempuan dengan ketergantungan nikotin sedang atau tinggi <\/span><a href=\"https:\/\/www.cochranelibrary.com\/cdsr\/doi\/10.1002\/14651858.CD010078.pub3\/full\"><span style=\"font-weight: 400;\">berkemungkinan besar meningkatkan efektivitas dukungan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, bukti ini cukup lemah, karena banyak percobaan melaporkan kepatuhan yang rendah terhadap NRT.Hal ini karena kekhawatiran bahwa nikotin berbahaya bagi bayi. Namun, <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/32621526\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">sebuah reviu<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> terhadap studi kualitas tertinggi yang mencakup puluhan ribu perempuan dan bayi menemukan tidak ada bukti bahaya penggunaan NRT pada kehamilan. Berdasarkan hal ini, perempuan dapat diyakinkan bahwa risiko penggunaan NRT rendah, dibandingkan dengan terus menggunakan tembakau. Faktor lainnya adalah perempuan hamil <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/11961061\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">memecah nikotin di dalam tubuhnya\u00a0 sebanyak dua kali lebih cepat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dibandingkan saat tidak hamil, karena metabolisme yang meningkat. Ini berarti perempuan hamil membutuhkan lebih banyak NRT dari biasanya untuk mengurangi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mengidam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> rokok dan gejala putus zat. Namun , perempuan dan praktisi kesehatan biasanya <\/span><a href=\"https:\/\/www.journalslibrary.nihr.ac.uk\/hta\/hta21360#\/abstract\"><span style=\"font-weight: 400;\">lebih suka menggunakan NRT lebih sedikit dari biasanya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk pemberian nikotin lainnya, seperti rokok elektrik, mungkin sama efektifnya selama masa kehamilan seperti halnya di luar kehamilan, tetapi saat ini kami tidak memiliki bukti untuk mendukung rekomendasi tersebut. Bahaya rokok elektrik cenderung jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tembakau. Jika perempuan hamil ingin menggunakan rokok elektrik untuk membantu mereka berhenti merokok, saran di Inggris adalah untuk <\/span><a href=\"https:\/\/smokefreeaction.org.uk\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/2019-Challenge-Group-ecigs-briefing-FINAL.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">mendukung mereka melakukannya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Pendekatan efektif lainnya adalah dengan memberikan insentif finansial untuk berhenti secara total, jika diberikan bersamaan dengan dukungan perilaku. <\/span><a href=\"https:\/\/www.cochranelibrary.com\/cdsr\/doi\/10.1002\/14651858.CD004307.pub6\/full\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan bahwa insentif adalah pendekatan paling efektif yang kami ketahui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">RINGKASAN: Dukungan perilaku, terutama bila dikombinasikan dengan terapi penggantian nikotin untuk perempuan hamil yang menunjukkan ketergantungan nikotin dan\/atau dengan insentif finansial, adalah efektif.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang paling membutuhkan dukungan? <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ada <\/span><a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/321779987_Predictors_of_smoking_cessation_during_pregnancy_a_systematic_review_and_meta-analysis_Predictors_of_smoking-cessation\"><span style=\"font-weight: 400;\">banyak faktor<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berkaitan dengan berhenti merokok saat hamil, seperti tingkat pendidikan atau pendapatan yang rendah. Tetapi secara praktis, faktor yang lebih penting adalah memiliki pasangan yang juga merokok dan memiliki ketergantungan nikotin pada tingkat sedang atau tinggi &#8211; ini adalah hambatan signifikan untuk berhenti bagi banyak perempuan. Faktor lainnya adalah depresi dan mengalami stres yang lebih tinggi selama masa kehamilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ringkasan: Perempuan dengan salah satu atau semua karakteristik di atas kemungkinan akan membutuhkan dukungan yang intensif dan multi-komponen.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Rekomendasi praktis\u00a0<\/b><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan informasi kepada perempuan yang merokok saat hamil tentang risiko merokok bagi mereka dan bayinya serta kepada semua perempuan, terlepas dari apapun motivasi mereka untuk berhenti, berikan dukungan untuk berhenti merokok. Bagi mereka yang menolak, terus berikan dukungan selama masa kehamilannya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan dukungan perilaku yang terstruktur, baik secara pribadi maupun mandiri, yang disampaikan dalam bentuk cetak atau digital, kepada mereka yang menerima dukungan. Tetapi bukan dengan wawancara motivasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Efektivitas dukungan perilaku kemungkinan akan meningkat dengan menawarkan terapi penggantian nikotin (NRT) untuk perempuan yang menunjukkan ketergantungan nikotin sedang hingga tinggi. Namun, perempuan harus didukung untuk menggunakannya secara efektif sehingga memaksimalkan kepatuhan dan mengatasi kekhawatiran yang tidak memiliki dasar selama masa kehamilannya. Jika perempuan ingin menggunakan rokok elektrik maka hal ini dapat membantu mereka dan harus dianggap sebagai pendekatan yang meminimalisir bahaya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Jika NRT ditawarkan, maka doronglah perempuan untuk menggunakan dua bentuk terapi (&#8216;terapi kombinasi&#8217; misalnya tempelan dan permen karet) untuk memaksimalkan substitusi nikotin sehingga mengurangi rasa mengidam dan gejala putus zat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sumber daya memungkinkan, tawarkan insentif keuangan untuk pantang sepenuhnya, bergantung pada pemberian verifikasi, misalnya, tes napas menggunakan monitor karbon monoksida (CO).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b><i>Pernyataan konflik kepentingan<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dr Felix Naughton tidak memiliki hubungan atau keterlibatan finansial dengan produsen terapi pengganti nikotin atau rokok elektrik.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">[Diterjemahkan oleh Astin Sokang]<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By Felix Naughton, University of East Anglia, UK \u00a0Between 25-50% of female smokers quit smoking after they discover they are pregnant. But why do the remainder continue to smoke throughout their pregnancy? \u00a0Do they not know that smoking during pregnancy [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1879,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[8,41],"tags":[],"class_list":["post-1849","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-financial-incentives","category-smoking-cessation"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["en","id","my","bg","zh","hr","cz","da","de","es","fr","gr","he","it","ja","kr","lv","lt","hu","nl","no","pl","pt","ro","ru","sk","fi","sv","tr","uk"],"languages":{"en":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"my":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"bg":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"zh":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"hr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"cz":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"da":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"de":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"es":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"fr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"gr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"he":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"it":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ja":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"kr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"lv":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"lt":{"title":false,"content":false,"excerpt":false},"hu":{"title":false,"content":false,"excerpt":false},"nl":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"no":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"pl":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"pt":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ro":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ru":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"sk":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"fi":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"sv":{"title":false,"content":false,"excerpt":false},"tr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"uk":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1849"}],"version-history":[{"count":38,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1849\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4581,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1849\/revisions\/4581"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}