{"id":1683,"date":"2020-05-18T15:57:50","date_gmt":"2020-05-18T15:57:50","guid":{"rendered":"http:\/\/practicalhealthpsychology.com\/?p=1683"},"modified":"2025-11-04T14:18:37","modified_gmt":"2025-11-04T14:18:37","slug":"stop-being-an-ostrich-the-benefits-of-helping-people-to-monitor-their-progress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/2020\/05\/stop-being-an-ostrich-the-benefits-of-helping-people-to-monitor-their-progress\/","title":{"rendered":"Berhentilah menjadi burung unta! Manfaat dari membantu orang lain memantau kemajuan mereka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh Thomas L. Webb, Departemen Psikologi, Universitas Sheffield, Inggris<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara Anda meraih tujuan untuk mengurangi jumlah konsumsi gula dan menurunkan berat badan 10kg? Kemungkinan besarnya, Anda tidak tahu &#8211; atau bahkan tidak mau tahu caranya. Dalam situasi seperti ini, orang cenderung berperilaku seperti burung unta dan mengubur kepala di pasir, dengan sengaja menghindari atau menolak informasi yang dapat membantu memantau\/ memonitor perkembangan pribadinya. Penelitian tentang <\/span><a href=\"https:\/\/onlinelibrary.wiley.com\/doi\/full\/10.1111\/spc3.12071\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cmasalah burung unta<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d ini menunjukkan bahwa orang sering kali tidak menelusuri kemajuannya (misalnya, menimbang badan secara berkala, membaca informasi tentang makanan yang dibeli), sebagian besar karena hal itu dapat membuat mereka merasa bersalah dengan diri sendiri &#8211; misalnya, orang menyadari bahwa berat badannya lebih besar dari yang diharapkan dan bahwa ia masih mengkonsumsi terlalu banyak gula. Namun, teori dan bukti menunjukkan bahwa menelusuri perkembangan diri dapat membantu orang untuk mengidentifikasi jarak antara kondisinya saat ini dengan kondisi yang diinginkan sehingga dapat mengambil tindakan tertentu. Implikasinya adalah menghindari pantauan rutin akan mempersulit identifikasi kebutuhan untuk bertindak dan cara yang paling tepat untuk melakukan tindakan tersebut. Oleh karena itu, \u2018masalah burung unta\u2019 merupakan peluang bagi para petugas kesehatan (dan profesi lainnya) untuk membantu orang memantau kemajuan mereka dan mengambil manfaat dari pantauan tersebut. Sehingga tidak mengherankan, kami menemukan bukti bahwa <\/span><a href=\"https:\/\/www.sciencedaily.com\/releases\/2015\/10\/151029101349.htm\"><span style=\"font-weight: 400;\">mendorong orang untuk memantau kemajuan dirinya dapat membantu orang tersebut meraih tujuannya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di berbagai bidang.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan pantauan meliputi inventarisasi situasi yang ada saat ini (misalnya, jumlah gula yang sudah dikonsumsi hari ini, kapan, dan di mana) dan membandingkannya dengan tujuan atau referensi yang diinginkan(missal, maksimal 6 sendok teh gula per hari). Pantauan ini dapat dilakukan dalam buku harian atau pun selembar kertas, tetapi sekarang sudah ada juga alat digital yang dapat membantu orang memantau kemajuanny &#8211; bahkan sudah ada gerakan yang disebut \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Quantified_self\"><span style=\"font-weight: 400;\">kuantifikasi diri (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">the quantified self<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Misalnya, gawai\/ ponsel yang <\/span><a href=\"https:\/\/www.samsung.com\/global\/galaxy\/apps\/samsung-health\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">secara otomatis merekam<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah berapa banyak orang berjalan kaki, jam tangan yang memberi informasi <\/span><a href=\"https:\/\/www.garmin.com\/en-US\/blog\/fitness\/advancedrem\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">berapa lama dan seberapa baik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kualitas tidur seseorang, dan orang juga dapat menggunakan aplikasi untuk <\/span><a href=\"https:\/\/www.iphoneness.com\/iphone-apps\/awesome-food-barcode-scanners\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">memeriksa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">barcode<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada kemasan makanan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengetahui nilai nutrisi yang ada pada makanan tersebut. Banyak dari perangkat ini bahkan meminta kita untuk menetapkan tujuan tertentu kemudian membandingkan kemajuan yang kita raih ke arah tujuan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan alat-alat ini untuk melakukan pantauan perkembangan dapat membantu orang mengidentifikasi kapan dan bagaimana cara terbaik untuk mengambil tindakan tertentu. Misalnya, memeriksa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">barcode<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada kemasan makanan dapat membantu seseorang yang sedang mencoba mengurangi konsumsi gula untuk mengetahui jumlah gula dalam segelas jus jeruk atau semangkuk sereal jagung, dan membantu mereka mengidentifikasi (dan beralih ke) pilihan lain yang lebih rendah gula. Sehingga, pantauan ini dapat melandasi rancangan intervensi untuk membantu orang mencapai tujuan kesehatannya. Selain itu, ada bukti bahwa melakukan pantauan bahkan lebih efektif jika dikombinasikan dengan teknik <\/span><a href=\"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/2018\/08\/how-to-set-goals-that-work\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">menetapkan tujuan yang tepat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memantau kemajuan dan mengambil tindakan -jika dan ketika- pantauan menunjukkan bahwa tindakan tersebut diperlukan (misalnya, <\/span><a href=\"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/2017\/04\/the-power-of-planning\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">menyusun rencana jika-maka\/ <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">if-then planning<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat bahwa orang mungkin saja menolak informasi yang mereka terima (misalnya, mengatakan bahwa informasi itu tidak mencerminkan perilakunya, atau bahwa alat-alat yang disarankan tidak akurat), teknik-teknik psikologis seperti <\/span><a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/gb\/blog\/dont-delay\/200903\/self-affirmation-strategy-reduce-self-control-failure\"><span style=\"font-weight: 400;\">penegasan atau afirmasi diri\/ <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">self-affirmation<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (mendorong orang untuk meneguhkan atau menguatkan aspek dirinya yang positif) dapat juga membantu orang untuk menilai informasi yang diterima dan implikasinya secara akurat.<\/span><\/p>\n<p><b>Rekomendasi praktis<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memantau kemajuan dan perkembangan diri sering kali hanya melibatkan identifikasi metode untuk memantau perilaku dan\/ atau hasil (mis., melalui aplikasi atau buku harian) dan komitmen untuk menggunakannya. Namun, seperti dijelaskan di atas, orang sering mengubur kepala mereka di pasir dan tidak memantau kemajuannya. Karena itu Anda dapat:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bantu orang mengidentifikasi apa yang harus dipantau. Misalnya, jika mereka mencoba menurunkan berat badan, pikirkan apakah akan lebih baik untuk memantau perilaku seperti aktivitas fisik, atau asupan makanan; hasil seperti berat badan atau lingkar pinggang; atau kombinasi keduanya? <\/span><a href=\"https:\/\/www.sciencedaily.com\/releases\/2015\/10\/151029101349.htm\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian kami<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan bahwa orang harus didorong untuk memantau apa pun yang paling ingin mereka ubah: apakah itu hasil, perilaku, atau keduanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bantu orang untuk merefleksikan informasi yang diperoleh dari hasil pantauan secara objektif. <\/span><a href=\"https:\/\/journals.sagepub.com\/doi\/abs\/10.1177\/0146167210369557?journalCode=pspc\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukti menunjukkan bahwa strategi afirmasi diri dapat mencegah orang menolak informasi yang mereka terima<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika Anda mencurigai bahwa seseorang mungkin akan bereaksi secara defensif terhadap perilaku atau hasil pantauan, maka doronglah mereka untuk menguatkan aspek diri yang bernilai (mis., bahwa ia adalah orang yang baik dan perhatian) sebelum memantau kemajuannya sehingga dapat membantu mereka menerima informasi hasil pantauan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu mendukung orang dalam membuat perubahan yang disarankan berdasarkan hasil pantauan. Mengidentifikasi kebutuhan untuk bertindak dan termotivasi untuk melakukannya hanyalah langkah awal perubahan. Karena orang mungkin memerlukan bantuan untuk <\/span><a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/gb\/blog\/the-road-hell\/201609\/building-bridge-between-intention-and-action\"><span style=\"font-weight: 400;\">menerjemahkan niat baiknya dalam bentuk tindakan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mintalah mereka menyusun <\/span><a href=\"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/2017\/04\/the-power-of-planning\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">rencana jika-maka\/ <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">if-then plans<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menentukan secara rinci kapan, di mana, dan bagaimana mereka akan bertindak. Misalnya, seseorang yang mengidentifikasi bahwa ia mengkonsumsi terlalu banyak gula maka rencana dapat disusun menjadi &#8220;Jika saya sarapan, maka saya akan makan bubur gandum, daripada sereal jagung&#8221;.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">[Diterjemahkan oleh Astin Sokang]<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By Thomas L. Webb, Department of Psychology, The University of Sheffield, the UK How are you getting on with your goal to reduce the amount of sugar that you eat and lose 10kg? Chances are that you don\u2019t really know [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1687,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-1683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-self-regulation"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["en","id","my","bg","zh","hr","cz","da","de","es","fr","gr","he","it","ja","kr","lv","lt","hu","nl","no","pl","pt","ro","ru","sk","fi","sv","tr","uk"],"languages":{"en":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"my":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"bg":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"zh":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"hr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"cz":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"da":{"title":false,"content":false,"excerpt":false},"de":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"es":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"fr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"gr":{"title":false,"content":false,"excerpt":false},"he":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"it":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ja":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"kr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"lv":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"lt":{"title":false,"content":false,"excerpt":false},"hu":{"title":false,"content":false,"excerpt":false},"nl":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"no":{"title":false,"content":false,"excerpt":false},"pl":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"pt":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ro":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ru":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"sk":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"fi":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"sv":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"tr":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"uk":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1683"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4590,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683\/revisions\/4590"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/practicalhealthpsychology.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}